Istanaindragiri.com – Kuansing – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau Suhardiman Amby merasa bangga dan mengapresiasi, memotivasi kerja keras 339 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang telah turun mengumpulkan data ekonomi masyarakat secara akurat dan menyeluruh.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Suhardiman Amby saat menghadiri pencanangan pelaksanaan sensus ekonomi 2026 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kuantan Singingi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Teluk Kuantan, Rabu pagi.
“Data merupakan fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Semua pihak dapat mendukung program tersebut,” katanya.
Selain itu, dirinya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat menyajikan data yang valid, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Satu data yang benar akan melahirkan kebijakan yang benar dan sebaliknya. Karena itu sebagai Bupati Kuansing minta seluruh kepala OPD memberikan data yang akurat demi mendukung pembangunan daerah yang tepat sasaran.
“Tentu juga berharap agar sensus ekonomi berjalan lancar dan sukses di Kuansing,” ujarnya.
Pelaksanaan sensus ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam membangun basis data ekonomi nasional maupun daerah. Tentu, yang terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan di masa mendatang.
Membangun basis data ekonomi nasional dan daerah akan menghasilkan satu data yang akurat dan terintegrasi menjadi dasar utama untuk menyusun kebijakan institusi dan perencanaan program pembangunan ke depan.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa melalui sensus ekonomi, pemerintah dapat memetakan secara jelas sektor-sektor usaha yang mengalami pertumbuhan maupun yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan.
Dengan data tersebut, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih adil, tepat sasaran, baik dalam pengalokasian anggaran, pengembangan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja hingga pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi masyarakat.
“Ketika pemerintah mengetahui sektor yang berkembang dan masih tertinggal, maka intervensi pembangunan dapat dilakukan secara lebih terukur,” sebutnya.
Inilah yang akan mempercepat pemerataan dan keadilan pembangunan di seluruh wilayah Kuansing.
Pada akhirnya, lanjut Suhardiman, seluruh kebijakan pembangunan yang berbasis data bermuara pada satu tujuan besar, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Kuantan Singingi, Hartono Hardi menyampaikan, Sensus Ekonomi (SE) 2026 merupakan agenda nasional yang bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan ekonomi Indonesia hingga ke tingkat daerah.
“Keberhasilan sensus sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, pelaku usaha dan masyarakat,” ucapnya.
Data yang dihasilkan dari sensus ekonomi 2026 akan menjadi rujukan penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. ***





