Istanaindragiri.com – Rengat – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, Riau memperkuat langkah pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengoptimalkan kesiagaan, himbauan dan mengajak semua pihak tidak membakar lahan untuk tujuan apapun.

Karena, peran aktif petani dalam berusaha dengan menjaga tidak terjadi Karhutla di seluruh wilayah Inhu sangat membantu proses pencegahan.

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, Kamis, mengatakan, baik diatas lahan pribadi maupun kawasan harus menghindari peraktek pembakaran.

“Pembakaran secara sengaja atau tidak sengaja harus dihindari. Mari secara optimal berkomitmen menjaga Inhu dari asap,” katanya.

Untuk diketahui, Kabupaten Inhu telah menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana Karhutla berlaku sejak 10 Maret – 30 November 2026. Status tersebut menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat deteksi dini.

Bahkan, langkah mempercepat respons penanganan guna melindungi masyarakat dari dampak kabut asap, kerusakan lingkungan dan kesehatan.

Dengan tegas, lanjut Ade Agus Hartanto, Pemerintah Daerah Inhu komitmen terhadap penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Penegakkan hukum yang tidak pandang bulu, oleh sebab itu semua pihak harus taati aturan,” tegasnya.

Karena, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha.

Bentuk dukungan, Bupati Ade Agus Hartanto menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani. Bantuan pemerintah pusat yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Mesin itu dapat mendorong pengelolaan lahan yang lebih modern, aman dan ramah lingkungan untuk menghindari pembakaran yang berisiko memicu Karhutla. ***