Istanaindragiri.com – Rengat – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indragiri Hulu, Riau mengoptimalkan, memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pemetaan Mutu Pendidikan Satuan Pendidikan (PMPSP) yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Indragiri Hulu lantai IV, Kamis (18/12).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 167 peserta yang terdiri atas kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP, serta pengawas TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Indragiri Hulu.
Hadir sebagai narasumber Tingkat Nasional Direktur Pamong Institute, Wahyudi Al-Maroky, M.Si, serta narasumber dari BPMP Provinsi Riau, Warsito, S.Si., M.T.
Acara dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Indragiri Hulu, Syaiful Bahri dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indragiri Hulu, H. Syahruddin, S.Sos., M.T.
Dalam sambutannya, Kepala Disdikbud Inhu menegaskan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan PMPSP merupakan fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.
“Penerapan SPMI tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif, melainkan harus menjadi budaya mutu yang tumbuh di setiap sekolah,” ujarnya.
Melalui siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, hingga peningkatan mutu pendidikan, satuan pendidikan diharapkan mampu melakukan refleksi dan perbaikan secara mandiri.
Terencana serta berkesinambungan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.
Sementara itu, Perencana Ahli Muda Disdikbud Kabupaten Indragiri Hulu, Herman, S.KM menjelaskan, kegiatan pemetaan mutu pendidikan menjadi instrumen strategis untuk memperoleh gambaran objektif kondisi riil mutu satuan pendidikan.
Pemetaan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kompetensi lulusan, proses pembelajaran, kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, hingga tata kelola sekolah.
“Data hasil pemetaan mutu sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan, penyusunan program prioritas, serta intervensi peningkatan mutu yang tepat sasaran,” jelasnya.
Kepala Disdikbud Inhu Syahruddin juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah, guru, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mengimplementasikan SPMI secara konsisten.
Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman dan komitmen seluruh satuan pendidikan untuk menjadikan mutu sebagai orientasi utama dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan.
Dengan penguatan SPMI yang didukung PMPSP yang akurat dan berkelanjutan, membuat kualitas pendidikan akan terus meningkat.
” Tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi yang unggul, berkarakter dan mampu bersaing, sejalan dengan visi pembangunan daerah serta kebijakan nasional di bidang pendidikan,” sebutnya. ***





