Istanaindragiri.com – Rengat – Riau – Di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik dan derasnya arus media digital, kemampuan menulis menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Menyadari hal itu, Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Indragiri Hulu, Riau, di bawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), menggelar rapat kerja sekaligus pelatihan menulis artikel dan media sosial bagi tim kehumasan internal, Jumat pagi.
Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Aula Balai TNBT Pematang Reba tersebut berlangsung secara offline dan online. Pelatihan tersebut dikhususkan bagi pegawai internal yang terlibat langsung dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik, terutama di bidang kehumasan.
Menjawab Tantangan Informasi Publik
Pelatihan menulis ini bukan sekadar agenda rutin kelembagaan, melainkan langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman. Di era digital, publik tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga akurat, faktual, dan mudah dipahami.
Peran kehumasan menjadi garda terdepan dalam membangun citra institusi sekaligus menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat luas.
Melalui pelatihan ini, Balai TNBT berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kehumasan agar mampu menyajikan informasi yang profesional, beretika, dan sesuai standar jurnalistik nasional.
Pelatihan Menulis yang Komprehensif
Materi pelatihan meliputi penulisan berita, artikel, feature, hingga siaran pers, termasuk teknik menulis praktis untuk media sosial. Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diajak berdiskusi dan melakukan praktik langsung menulis, sehingga ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan dalam tugas sehari-hari.
Pelatihan ini menghadirkan Syeikh Asripilyadi sebagai narasumber. Dengan pengalaman panjang di dunia jurnalistik dan kepenulisan, ia memberikan berbagai tips menulis praktis yang relevan dengan kebutuhan kehumasan instansi pemerintah.
Menurutnya, menulis bukan hanya soal merangkai kata, tetapi tentang menyampaikan makna, pesan, dan nilai kepada publik secara bertanggung jawab.
Penegasan Kepala Balai TNBT
Dalam sambutannya, Kepala Balai TNBT Inhu, Dr. Gebyar Andyono, menegaskan bahwa pelatihan menulis memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung tugas-tugas kehumasan.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan serius, aktif, dan penuh konsentrasi.
“Pelatihan menulis ini penting. Karena ilmu yang diperoleh nantinya tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga sangat menunjang pekerjaan dan tanggung jawab kita kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan menulis yang baik akan membantu lembaga dalam menyampaikan berbagai program, kebijakan, dan aktivitas konservasi TNBT secara lebih efektif dan transparan.
Menulis sebagai Keterampilan Masa Depan
Lebih lanjut, Kepala Balai TNBT menekankan bahwa ilmu menulis sangat dibutuhkan saat ini dan di masa yang akan datang. Perkembangan teknologi informasi menuntut aparatur pemerintah untuk adaptif, komunikatif, dan mampu mengelola informasi dengan baik.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan bidang kehumasan TNBT mampu: Menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya. Menghindari kesalahpahaman publik. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Mendukung citra positif kawasan konservasi
“Bidang kehumasan harus mampu memberikan informasi yang jelas, faktual, dan bertanggung jawab kepada publik,” tambahnya.
Diskusi dan Praktik yang Interaktif
Salah satu keunggulan pelatihan ini adalah metode yang digunakan. Proses pelatihan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi dikemas dalam bentuk diskusi dan praktik langsung. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, serta mempraktikkan teknik menulis yang telah dipelajari.
Menurut peserta, metode ini sangat membantu dalam memahami teknik menulis yang baik dan benar, terutama dalam konteks kehumasan dan media sosial.
“Dengan praktik langsung, kami jadi lebih paham bagaimana menyusun berita dan artikel yang menarik, tetapi tetap sesuai kaidah jurnalistik,” ujar salah satu peserta.
Mengangkat Potensi Kawasan TNBT
Pelatihan menulis ini juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan tim kehumasan dalam menyampaikan informasi terkait kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, yang memiliki kekayaan alam luar biasa.
TNBT dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi penting di dunia, dengan keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi. Kawasan ini juga menjadi objek penelitian ilmiah, pendidikan lingkungan, serta destinasi wisata alam berbasis konservasi.
Informasi tentang: Keanekaragaman hayati. Upaya pelestarian alam. Penelitian ilmiah. Edukasi lingkungan. Potensi wisata alam
Semua itu, perlu disampaikan kepada publik secara tepat dan menarik agar pesan konservasi dapat diterima dengan baik.
Standar Nasional Kehumasan
Melalui pelatihan ini, Balai TNBT menargetkan agar seluruh produk informasi—baik berita, artikel, feature, maupun siaran pers—disusun sesuai standar nasional. Dengan demikian, informasi yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga kredibel dan profesional.
Kemampuan menulis yang baik akan membantu tim kehumasan dalam meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat posisi TNBT sebagai lembaga konservasi yang terbuka dan komunikatif.
Komitmen Membangun SDM Berkualitas
Pelatihan menulis ini menjadi bukti komitmen Balai TNBT Inhu dalam membangun SDM yang unggul dan berdaya saing, khususnya di bidang komunikasi publik. Dengan SDM yang terampil, diharapkan seluruh aktivitas TNBT dapat terpublikasi secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih dari itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang kritis, kreatif, dan adaptif di lingkungan Balai TNBT.
Pelatihan menulis yang digelar Balai TNBT Inhu bukan sekadar kegiatan peningkatan kapasitas teknis, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun komunikasi publik yang berkualitas. Di era keterbukaan informasi, kemampuan menulis menjadi jembatan penting antara lembaga dan masyarakat.
Dengan bekal ilmu menulis yang tepat, tim kehumasan diharapkan mampu menjadi penyampai pesan konservasi yang efektif, membangun kesadaran publik, serta menjaga citra TNBT sebagai kawasan konservasi kelas dunia.




