Istanaindragiri.com – Rengat – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Indragiri Hulu, Riau Guswandi memaparkan peran penting aparatur sipil negara khususnya pegawai kantor statistik dalam memberikan pelayanan publik.

Terutama, berkaitan dengan informasi data statistik di Indragiri Hulu yang dibutuhkan oleh masyarakat luas.

“Informasi, data yang dipublikasi harus akurat, tepat dan transparansi,” katanya di Rengat, Rabu (11/2) saat membuka acara FGD di Ruang Rapat BPS pukul 08.00 WIB.

Ia mengatakan, informasi data yang dipublikasikan oleh BPS berkaitan dengan kepentingan semua pihak baik media, penelitian, universitas dan masyarakat luas. Namun, data BPS harus memenuhi standar dan sesuai dengan data milik pemerintah daerah Inhu.

Oleh sebab itu, pihak BPS selalu menggandeng semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dalam pengisian data.

Sebelum terpublikasi melalui media resmi BPS harus dilakukan evaluasi, salah satunya dengan kegiatan diskusi dan menerima masukan dari instansi, organisasi terkait. Sehingga data yang terangkum di BPS telah berproses dan layak diinformasikan kepada publik.

Kegiatan Focus Group Diskusi (FGD) dilaksanakan dengan mengundang OPD, perwakilan mahasiswa, media, tokoh organisasi kemasyarakatan.

“Dengan harapan mendapatkan masukan, saran dalam evaluasi data sebelum disampaikan kepada masyarakat,” sebutnya.

Ia juga mengatakan, tujuan FGD dilaksanakan untuk tranparansi kepada masyarakat, meningkatkan kualitas data yang dihasilkan.

Jika ada data yang belum sesuai dengan tahun sebelumnya, akan direvisi sehingga di awal tahun BPS sudah ekspose data yang akurat kepada masyarakat luas.

Selain itu, pada saat FGD pihak BPS juga menyampaikan beberapa program unggulan kepada masyarakat seperti Sistem Pelayanan Terintegrasi dan Responsif ( SIPINTAR), pelayanan perpustakaan.

Untuk diketahui, selama tiga tahun terakhir, BPS Inhu ada peningkatan pelayanan. Indeks kepuasan konsumen pada tahun 2023 93, 68 persen, tahun 2024 naik menjadi 96,03 persen dan tahun 2025 meningkat menjadi 96, 52 persen. ***